Hadrah Kiai: Upaya Penghormatan Santri Terhadap Kiai

Hadrah Kiai: Upaya Penghormatan Santri Terhadap Kiai* Oleh: Sir Dandy**   Menyair berarti membangun serangkaian yang terdiri dari tindak-tanduk...

Sosok Kiai dalam Simpul-Simpul Puisi dan Etnografi; Sebuah Tinjauan

Sosok Kiai dalam Simpul-Simpul Puisi dan Etnografi; Sebuah Tinjauan* Oleh: M. Rosyid HW** Membaca kumpulan puisi “Hadrah Kiai” karya...

Puisi Merawat Kebhinekaan

Puisi Merawat Kebhinekaan*  Oleh: Tengsoe Tjahjono**   Akhir-akhir ini tema ‘merawat kebhinekaan’ begitu marak. Banyak acara, entah seminar, sarasehan,...

Puisi-Puisi Dewi R. Maulidah

Menanam Bintang di Ladang   Apa kaudengar irama yang menari di setiap kedipan matamu? Mereka berlompatan hingga julang-terbang. Mereka...

Melihat Sastra(wan) Bekerja

Melihat Sastra(wan) Bekerja¹ Oleh: Ragil C. Maulana* “Propaganda yang baik tidak menunjukkan dirinya sebagai propaganda. Ia bisa muncul sebagai...
Essai Sastra, home, Puisi
Hadrah Kiai: Upaya Penghormatan Santri Terhadap Kiai
Essai Sastra, home, Puisi
Sosok Kiai dalam Simpul-Simpul Puisi dan Etnografi; Sebuah Tinjauan
Essai Sastra, home, Kabar Buku, Penerbitan, Puisi
Puisi Merawat Kebhinekaan
home, Puisi
Puisi-Puisi Dewi R. Maulidah
Esai Budaya, Essai Sastra, home
Melihat Sastra(wan) Bekerja
find_us_fb

Find Us on Facebook

Ikut dan berinteraksi di Halaman Facebook Kami.

welcome-center-image
Sekilas Kami,

Pelangi Sastra Malang.
Sastra Untuk Kemanusiaan!

Pelangi Sastra Malang sebagai “terminal” sastra di kota Malang memiliki program-program dalam bidang kesusastraan di antaranya: mendokumentasikan karya-karya sastra...

Read more
Inspiration

Inspiration Class

Coming from two
different cultures has
been instrumental in
how we’ve approached
our design process.

Read more
home, Puisi

Puisi-Puisi Dewi R. Maulidah

Menanam Bintang di Ladang   Apa kaudengar irama yang menari di setiap kedipan matamu? Mereka berlompatan hingga julang-terbang. Mereka berlarian di pelupuk matamu yang terayun-ayun. Mereka berdansa mengiringi langkah suaramu, hingga kau pun lupa rasa apa.   Pada kelam senyapnya…

Continue reading
Cerpen, home

Nyanyian Hujan

Oleh: Muntaha Mansur* Genangan awan di langit mengandung rintik hujan yang siap turun segera. Di musim yang tak terprediksi seperti akhir-akhir ini, hujan bisa turun kapan saja. Orang-orang ahli bisa meramalkannya, tapi tidak sepenuhnya bisa memastikan. Kadang kala mereka mengatakan hari…

Continue reading

Popular posts

Membaca Sastra, Melihat Film: Surga yang tak Dirindukan 2

Oleh YUSRI FAJAR (Penulis dan Dosen Fakultas Ilmu Budaya Universitas Brawijaya) Surga yang tak Dirindukan 2 karya Asma Nadia sebagai karya sastra telah merebut hati para pembaca sebelum diangkat...

Kisah Lebaran Yang Ironis Dalam Cerpen Umar Kayam

Oleh: Denny Mizhar * Dalam menyambut lebaran Idhul Fitri ada tradisi di Indonesia yang tiap tahunnya tak pernah terlewatkan, yakni mudik ke kampung halaman dan silaturrahmi antar keluarga juga...