Tuty Yosenda dilahirkan di Malang, 16 Desember 1963. Alumni Fakultas Ekonomi Universitas Brawijaya ini sempat menjadi pegawai negeri dan mengajar Komunikasi Bisnis di Politeknik Malang selama hampir 10 tahun. Ia lalu hijrah ke Sukabumi dan menjalani aktivitas sebagai pengajar relawan di sebuah pesantren dan sekolah dasar di waktu luangnya.Setelah itu, penyuka fotografi ini menetap di Bandung, dan memperdalam hal-hal yang berhubungan dengan senam pernafasan, yoga, meditasi dan sufisme.

Kini, selain menjadi seorang instruktur senam pernafasan, seorang trainer SDM, juga seorang terapis – jika dibutuhkan, ibu 3 anak ini juga memantapkan dirinya sebagai seorang penulis. Karier istri dari Dadang Mohammad ini dimulai pada tahun 1995, tepatnya sejak beberapa artikelnya dimuat di harian Kompas.Dan setelah lama tidak lama aktif melakukan publikasi, ia lalu melanjutkan kegemarannya dengan menjadi salah satu net citizen di Kompasiana, menjadi kontributor di website tertentu, juga di majalah yang beredar secara internal. Buku ini bukan merupakan hasil karyanya yang pertama, namun karya pertamanya yang dipublikasikan sebagai buku.

Buku “Demi Waktu” ini mengajak pembaca berwisata ke tempat-tempat yang menarik. Mulai dari alam imajinasi, lalu ke dunia hewan yang sangat ‘manusiawi’, ke masa-masa bersejarah, hingga ke masa depan. Buku yang diterbitkan oleh penerbit Pustaka Jaya yang didirikan oleh sastrawan Asrul Sani pada tahun 1971 ini berbicara tentang kekuatan batin kita yang luar biasa, sebuah perspektif yang akan membuat kita”melihat” Tuhan di mana-mana.

Buku ini diperuntukkan bagi siapa saja yang suka melihat dunia dengan cara yang baru, atau menemukan makna di tempat yang tak disangka-sangka, atau menguak rahasia hidup yang masih tersembunyi..Tuty Yosenda mengajak pembaca untuk mencermati, memahami, dan merasakan keindahan skenario Tuhan pada kehidupan manusia melalui buku setebal 264 halaman ini.

Acara Bincang Buku “Demi Waktu” ini dipandu dengan sangat menarik oleh komikus pergerakan Aji Prasetyo, dan dua orang pembedah buku ini adalah sastrawan muda Denny Mizhar (pendiri Pelangi Sastra Malang) dan Subhan Setowara (penulis buku Agama dan Politik Moral).Dalam acara berdurasi 2,5 jam ini eksplorasi musik dan bunyi-bunyian digarap dengan sangat cantik olehFeri H Said (musisi, pelukis, pada gitar), Han Farhani (musisi, pada vokal dan gitar), Hamdan Arrasyid (musisi, pada bass), dan Lso Seni Hompimpah(eksplorasi puisi dan musik kontemporer). Di penghujung acara tampil bersama-sama dalam jams session Aji Prasetyo (biola), Redy Eko Prastyo(sapek), Bachtiar Djanan (harmonika) dan Fadjar Kurniawan (gitar). Sebuah acara bedah buku dan eksplorasi seni budaya yang cukup menarik, dan semoga bermanfaat bagi banyak orang.

(sumber: https://www.facebook.com/bachtiar.djanan/media_set?set=a.10202780095529398&type=1 )