MENJADI PELANGI

 

mari menjadi pelangi bersamaku

tapi tak ada jaminan untuk kita akan selalu nampak

karena mendung dan hujan tak selalu hadir di sekitaran senja

sering kali waktu lebih dulu berputar hingga tak ada ruang bagi kita nampak

atau malah kita akan terlupakan nantinya jika semusim ini tak ada hujan

 

tapi jika kau mau

alangkah baiknya kau menjadi jingga dan aku kuning

agar sedikit mirip warna kita

lebih semampai diri kita beriringan

tapi masih ada yang ku takutkan

apakah warna merah tak resah melihat kita

atau mungkin hijau akan padam nantinya

melihat kita yang sedang bermesraan

kupikir kita urungkan saja menjadi pelangi

kita bukan bagian dari mereka

kita hanya sehelai kisah yang mencari tempat untuk bercerita

agar tak mati kisah kita

 

Dimuat di radar mojokerto, 21 februari 2016

 

 

RINDU YANG MENJADIKANNYA ABU

 

langkahnya tak kunjung henti

sampai pada waktu yang tak kunjung tiba

garis demi garis dibuat ‘tuk sekedar menandai

tentang rindu yang menjadikannya abu

perkara yang lebih rumit

ketimbang semburatnya pekat kopi

ia tak lagi mampu mengangkat kedua kakinya

serong ke kanan ataupun ia bawa ke belakang

sedangkan ia sedang belajar

bagaimana menggerakkan tangan

mengangkatnya hingga ke pipi

lalu ia lekas pergi meninggalkan aroma mawar

kupikir tak sengaja tertinggal

sedangkan daun selalu lebih unggul dalam hal menunggu

entah itu hujan atau matahari yang ia tunggu

 

Dimuat di radar mojokerto, 20 maret 2016

 

DAWAI ASMARA SENJA

 

adakah ruang kecil untuk kami bertanya

melihat segi yang tak berbentuk serupa denganya

adakah rindu kecil untuk kami berselimut

merintihkan tangis yang tak berpola seperti maut

juang yang tak lagi kudengar di kaki mereka

patah-patah di setiap tangkai daun keringnya

sejajar dengan angin yang memaksa jatuh dan terluka

 

adakah anda dalam bijak yang tak selaras

beri kami waktu untuk sedetik menghitung luka derita

sediakan ruang kecil ‘tuk kami berupa ganas

mendawaikan asmara senja dalam liku belukar tangis

mendawaikan segelintir kasih malaikat bersayap daun kering

ataupula mendawaikan doa selepas sujud tak bersiku di ujung malam

 

Dimua di radar bojonegoro, 27 maret 2016

 

TUTURKAN BUNDA

 

bunda-bunda

anakmu t’lah lalai nan pilu

tuturkanlah pada anakmu ini

tentang kelahiran dan mati sejenaknya dulu

 

bunda-bunda

ada kalanya anakmu menadah tangis

menyimpan rindu rapuh akibat senja

anakmu ini bunda, sudah lalai

 

adakah mau bagi bunda tuturkan?

sampaikanlah tangis bunda

hingga doa yang bunda baca selapas maghrib

akulah bunda t’lah jauh darimu

semenjak subuh tak lagi menginjak dahi anakmu

 

Dimuat di malang post, 3 januari 2016

 

 

PUISIKU DI TUMPUKAN JERAMI

 

aku akan sulit menemukanmu di sini

pada tumpukan yang terlalu kacau

terlalu banyak tumpukan jerami

berserakan. hancur. rusuh. berantakan

sulit aku mendengarmu membacanya

lihatlah aku, kebingungan

mataku tak cukup mampu melihatmu

lihatlah aku, kau dimana?

jangan lagi sembunyi di sana

begitu sulit bagiku menemukanmu

mendengarmu membaca puisi di tumpukan jerami

sulit. resah menunggumu

 

Dimuat di suara karya, 12 maret 2016

 

(Achmad Fathoni sedang menempuh studi di Universitas Negeri Malang. Bergiat di Unit Kegiatan Mahasiswa Penulis Universitas Negeri Malang serta Lembaga Pers Mahasiswa SIAR)