Sumber: toptenbeautiful

Akulah Hajar Para Immigran

Turunlah wahyu kepadaku
tentang air

Kutinggalkan negeri Ibrahim
dengan kendilnya yang tertutup,
dan minyak untuk memasak
dan api yang terjaga
di dapur Sarah.

Kususuri cakrawala setajam belati
lempeng bumi, endapan
lautan purba

demi sendiri di negeri baru:
di mana cangkir pagi tampak ganjil
dan kubah langit, alas bumi telah bergeser,
di mana Tuhan belum berumah
dan waktu sembayang belum ditetapkan,

di mana air masih terpendam
di bawah tanah keras yang harus kugali
atau anakku mati, kaumku
belum terlahir
Tugas pertama
pendiri negeri adalah
mencari air

Akulah Hajar, ibu
suatu kaum
Di sini aku berjaga
dari akhir hingga awal

Setiap batu menusuk kaki seperti Tuhan
Setiap langkah adalah darah, adalah bahaya:

adalah doa.

Diterjemahkan dari buku “Hagar Poems” halaman 4-5

 

Dosen Sastra Inggris di Universitas Ma Chung.