Masuk Pagi Untuk Belajar di Sekolah

Setiap pagi, aku berangkat ke sekolah dan kuanggap mereka
terkadang rumah sendiri, terkadang surga
terkadang sebatas bangku dan meja yang tidak berpemilik

Setiap saat aku mengolah segala ide dan pemikiran logis, tentang setiap analogi sebelum guru datang lagi dan pagi menurutku hilang lagi
Mengenai sekolah, kelas, uks, meja, bangku, foto presiden, lapangan, tribun, kolam, gazebo, ruang guru, tata usaha, ruang kepala sekolah, ruang komite, laboratorium kimia, laboratorium biologi, laboratorium sosial, kantin, koperasi, masjid dan tempat parkir

Siapa yang tidak sudi tentang studi dengan simpulan :
Surga itu yang senyap
di malam hari

Pongah

Kursi panjang di depan kelas, Pohon-pohon berdaun lebat, cahaya matahari menembus perlahan ke matamu, Aku berjalan pelan dan jarum jam lambat. Beruntung tidak hujan.
Kamu pongah seperti hilang dalam
riuh namaku yang pendek
untuk cerita yang panjang

Radio di Asrama

Di dalam asrama hiburanku hanya radio, koran, dan teman gundul karena hukuman. Disini tidak ada asmara kecuali bagi yang telah merasa dewasa

Saat malam, teman gundul sudah lelap, koran tidak lagi hangat, yang  tersisa radio dengan sisa tenaga penyiar. Membacakan salam, memutar lagu kenangan, lantas mengucap perpisahan

Aku adalah pendengar yang mengirim salam, meminta lagu untuk mengenang hari, dan menjawab salam terakhir supaya tiada ganjil.

Lekas bertemu esok pagi, lalu saling salam kembali

Sajak yang Diberikan Sesaat Sebelum Pulang

Akhirnya kau hilang, kau meninggalkan aku -dan kenangan kini satu-satunya masa depan yang tersisa – Aan Mansyur

Kita akhirnya pulang, kau merasa hilang diantara lalu lalang yang tidak segera berlalu, kau ingin lekas lepas dari tiap yang penuh ingat seperti tempat,  suasana, dan waktu
Entahlah jika telah berusaha kau anggap antah berantah

Kita akhirnya pulang, kau akan sibuk mencari jalan kembali untuk kau hindari dan memilih tersesat, kau menyukai kebingungan yang ku bangun diatas setapak yang tidak berujung, itukah rindu ?

Kau bersembunyi tapi selalu membunyikan suara supaya aku berusaha mencari ciri dari dirimu, kau akan tertawa kecil karena bahagia. Aku ingin mengajak kau kembali ke rantau dan menyelesaikan

Kita akhirnya pulang, hanya aku yang tidak tahu kapan kau akan kembali
jangan lama-lama
kau yang rindu dipucuk, kau yang rantau dipeluk

 
Pramodana, pelajar di MAN 3 Malang. Saat ini bergabung di kelas menulis puisi Pelangi Sastra Malang