Puisi-puisi Alfian Dippahatang; Velodroom

sumber: pinterest

VELODROOM

di sinilah ketabahan dompetku
diuji, melihat r.a. kosasih
dan kho ping hoo duel berebut
perhatian. tapi aku sudah ikrar
tak akan pulang sebelum
menyelamatkan kedua petarung
yang ingin selalu dikenang ini.
velodroom memang surga
bagi masa depan yang hendak
menepis nasib diperdagangkan negara.

2018

 

PATUNG CHAIRIL

aku hanya bisa mengelus
patungmu di hadapan gereja
malam itu. kubuka bukumu
halaman 39. kau pernah dendam?
kalimatmu adalah rumah
teduh bagi amarahku.

bulan depan akan kukubur
debur kepalsuanku.
kutegok diriku di genangan
air jalanan. rohku seperti
tak ingin lerai dengan kalimatmu
tetapi tanganku bukan kau.

2018

 

NERUDA DI KEPALAMU
—buat: muhammad dandy

sajak tak pernah patah,
hatimu kurang kokoh.
lahirnya patah hati,
melihat bumi seimbang.
perjuangan tidak hanya
di muka tembok
—hamparkan kertas
habiskan urat-urat amarahmu.
masih ada neruda
di kepalamu—paksa
ia membisikimu hari-hari
baik untuk menulis sajak
sebelum payung hitam
dihempas badai.

2018

 

SIGURA-GURA

dunia di mataku langsung gerimis.
puluhan tahun lalu, kini aku kembali
berdiri di Sigura-gura teriris mengenang
hatimu tersengat listrik.
kukepalkan tangan, tetapi
itu percuma, sebab hidupku
tanpamu seperti jejak kura-kura.
lalu, apa yang tak hampa
dibaca alam di tubuhku?
hanya tanah yang dapat kugenggam
aroma tubuhmu terbang ke langit.
ha—lebih baik ketimbang tak sama
sekali aku mengenangmu.
kutemui bayanganku di sini
yang ingin terus kuinjak.

2018

 

Pernah disiarkan di janang.id pada tanggal 26 Oktober 2018

Alfian Dippahatang, penulis yang lahir di Bulukumba, 1994. Dua aktivitas terakhir, diundang sebagai Emerging Writers Makassar International Writers Festival 2018 dan menyelesaikan studi di Sastra Indonesia Universitas Hasanuddin. Buku puisi, Dapur Ajaib (Basabasi, 2017) dan novel, Kematian Anda yang Tak Sia-sia (Diva Pres, 2018).