Category

Cerpen

Cerpen

Sapu Tangan Emak

Bening mengalir, air membasahi sekujur sungai. Mengulum bebatuan yang mendongkol di tepi-tepinya. Gemericik bersahutan berlomba satu sama lain. Terkadang daun yang gugur turut ikut berenang menuju sang empunya aliran. Sesekali terlihat ikan yang ikut mandi dan menari sesuka hati. Sungguh…

Continue reading
Cerpen

Perpisahan Buruk

  Setiap melihat tahi kucing yang berada di sisi jalan gang rumah, aku selalu teringat mimpiku yang akan terjadi di masa depan. Tidak banyak yang tahu kalau kemampuan déjà vu itu berasal dari mimpi dan setiap kita adalah peramal untuk…

Continue reading
Cerpen

Koyak

Kau memburukkan nasibmu, selalu memikirkan anakmu. Kau sama sekali tak berpikir tentang dirimu. Kau terlampau kerap menatap hampa ke arah sudut ruangan. Terakhir menangis, kauasatkan air matamu hingga menjadi seperti anak sungai di hari-hari kemarau. Kau semakin kurus, semakin tak…

Continue reading
Cerpen

Grup WA Pendopo Cucu Buaya

  “Sebenarnya masih lebih ramai awal Ramadhan kemarin,” kata Pak De waktu aku berkomentar tentang rumah Pak De yang sebentar-sebentar didatangi anak kecil ketika aku ke rumahnya untuk silaturahmi pada hari ketiga setelah Idul Fitri kemarin. “Untuk pinjam buku-buku ini?”…

Continue reading
Cerpen

Prahara Cinta Geladak Weltevreden

“Verdomme![1] Apakah pantas seorang jebolan Universteit Leiden[2] mendustakan cinta seorang kekasihnya!” ucapan itu terdengar keras di atas geladak kapal Weltevreden. Seorang wanita kurus, tak terlampau tinggi, berkulit putih mulus berambut sebahu sedang membusungkan dada di hadapan pria gembul berambut ikal….

Continue reading
Cerpen

Senyuman Terakhir

Malam teramat terang, purnama bertengger gagah di pucuk langit. Bintang gemintang ikut membantu menyorot dedaunan rimbun pepohonan kampung Cemoro Wetan. Di bawahnya, lidah-lidah api menyalak-nyalak dalam puluhan obor yang dibawa oleh wajah-wajah garang, penuh tanda tanya. Tetes keringat yang meliak-liuk…

Continue reading
Cerpen

Nyanyian Hujan

Genangan awan di langit mengandung rintik hujan yang siap turun segera. Di musim yang tak terprediksi seperti akhir-akhir ini, hujan bisa turun kapan saja. Orang-orang ahli bisa meramalkannya, tapi tidak sepenuhnya bisa memastikan. Kadang kala mereka mengatakan hari ini cerah…

Continue reading
Cerpen

Impian Ibuk

Bagi Ibuk, yang terpenting bukanlah beras yang menggunung di lumbung. Bukan pula sapi gembala yang gemuk-gemuk. Ibuk meletakkan masa depan Tari di atas segala apa. Ibuk tak peduli meski memperjuangkan itu adalah sebuah episode bertaruh yang amat sangat. Aku tak…

Continue reading
Cerpen

Untung Temanku

Mobil patroli plat merah melaju dari arah barat. Kendaraan terbuka berbangku panjang itu berhenti di depan tiang lampu jalan. Seluruh penumpang di bak belakang: petugas ketertiban pemerintah kota dan Polisi berlompatan turun. Puluhan pasang sepatu kulit beralas karet tebal menghempas…

Continue reading
Cerpen

Menanti Blanggur

Langit hampir gelap, namun Aliman dan Yohan masih duduk di salah satu anak tangga di bibir gang kampung. Mata mereka terpaku menatap lagit, pun mata anak-anak lain yang sebaya dengan mereka. Tidak lama, suara ledakan dan percikan api terdengar besusulan….

Continue reading