Category

Cerpen

Cerpen

Grup WA Pendopo Cucu Buaya

  “Sebenarnya masih lebih ramai awal Ramadhan kemarin,” kata Pak De waktu aku berkomentar tentang rumah Pak De yang sebentar-sebentar didatangi anak kecil ketika aku ke rumahnya untuk silaturahmi pada hari ketiga setelah Idul Fitri kemarin. “Untuk pinjam buku-buku ini?”…

Continue reading
Cerpen

Prahara Cinta Geladak Weltevreden

“Verdomme![1] Apakah pantas seorang jebolan Universteit Leiden[2] mendustakan cinta seorang kekasihnya!” ucapan itu terdengar keras di atas geladak kapal Weltevreden. Seorang wanita kurus, tak terlampau tinggi, berkulit putih mulus berambut sebahu sedang membusungkan dada di hadapan pria gembul berambut ikal….

Continue reading
Cerpen

Senyuman Terakhir

Malam teramat terang, purnama bertengger gagah di pucuk langit. Bintang gemintang ikut membantu menyorot dedaunan rimbun pepohonan kampung Cemoro Wetan. Di bawahnya, lidah-lidah api menyalak-nyalak dalam puluhan obor yang dibawa oleh wajah-wajah garang, penuh tanda tanya. Tetes keringat yang meliak-liuk…

Continue reading
Cerpen

Nyanyian Hujan

Genangan awan di langit mengandung rintik hujan yang siap turun segera. Di musim yang tak terprediksi seperti akhir-akhir ini, hujan bisa turun kapan saja. Orang-orang ahli bisa meramalkannya, tapi tidak sepenuhnya bisa memastikan. Kadang kala mereka mengatakan hari ini cerah…

Continue reading
Cerpen

Impian Ibuk

Bagi Ibuk, yang terpenting bukanlah beras yang menggunung di lumbung. Bukan pula sapi gembala yang gemuk-gemuk. Ibuk meletakkan masa depan Tari di atas segala apa. Ibuk tak peduli meski memperjuangkan itu adalah sebuah episode bertaruh yang amat sangat. Aku tak…

Continue reading
Cerpen

Untung Temanku

Mobil patroli plat merah melaju dari arah barat. Kendaraan terbuka berbangku panjang itu berhenti di depan tiang lampu jalan. Seluruh penumpang di bak belakang: petugas ketertiban pemerintah kota dan Polisi berlompatan turun. Puluhan pasang sepatu kulit beralas karet tebal menghempas…

Continue reading
Cerpen

Menanti Blanggur

Langit hampir gelap, namun Aliman dan Yohan masih duduk di salah satu anak tangga di bibir gang kampung. Mata mereka terpaku menatap lagit, pun mata anak-anak lain yang sebaya dengan mereka. Tidak lama, suara ledakan dan percikan api terdengar besusulan….

Continue reading
Cerpen

Membunuh Faisal

Tiap kali selesai membaca tulisannya, saya ingin membuat sebuah karya yang membuat saya lebih terkenal lagi. Oh, saya memang sudah terkenal. Sudah pernah diberi penghargan oleh bapak presiden sebagai penulis berbakat. Sudah dua kali memenangkan sayembara menulis tingkat nasional. Tapi…

Continue reading
Cerpen

Bulan Pagi Hari

Bulan tidak tampak pagi ini. Aku sangat suka bulan di pagi hari. Terlihat sangat pucat dan rapuh. Perubahan warna langit di sekitarnya mempertajam kepucatan warna peraknya. Terlihat indah luar biasa. Seperti sebuah obyek dalam lukisan. Mungkin karena sebentar lagi akan…

Continue reading